Total Tayangan Halaman

Sabtu, 19 Maret 2011

Hanya Sekedar Bertanya, Kepada Entah Siapa

Patah hati yg aku rasakan memang harus segera disembuhkan, sebulan lalu hidupku berteman sama yang namanya airmata, tapi bulan ini dan bulan-bulan seterusnya aku akan brmusuhan sama yang namanya airmata.
Rasa sayangku yang menggila dulu, mulai larut oleh senyum-senyum ikhlasku yang setiap hari hadir menemani petualanganku. Yang lalu biarlah berlalu, yah seperti itulah, hidupku ini hidupku, punya cara sendiri, punya jalan sendiri, punya actor sendiri, dan yang jelas punya cerita sendiri.
Rasanya kembali kemasa SMP, saat aku mulai mengenal apa itu “rasa”, bedanya kalau sekarang, aku sudah memahami titik parah dari kata itu sendiri. Owh… Menurutku caraku ini adalah cara terbaik yang harus aku lakukan, mengisi hari, menebar suka, menghilangkan duka, mencapai cita, dan mencari cinta. Oh ya?!
Ya iyalah, rasanya aku mungkin sedang jera, tapi sedikit demi sedikit akan ku coba, yah mencoba untuk yang kedua kalinya, rasanya rindu juga memperhatikan orang, membagi bahagia sepanjang waktu, dan yang jelas dimanja lagi!!!!
Terkadang ingin rasanya mengungkapkan ini, kepada entah siapa dia nanti, sebuah kalimat Tanya yang simple tapi mengena dan sedikit penuh kontroversi sepertinya, yah hanya sebuah kalimat seperti ini:
“Mas, boleh nggak nama belakangnya, kupinjem jadi nama belakangku?”
Halus tapi mengena segala aspek toh, dari yang berjenis logis, lugas, romantik, puitis, sampai ke aspek idialis. Mantapkan.
Kalimat yg penuh dengan tanda tanya, kepada siapa ya kira-kira?
Hhha, ntahlah, kepada entah siapa dia.Kita lihat saja nanti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar