Cerita ini bukanlah sebuah fiksi konyol yang sengaja ku tulis,
cerita ini hanyalah buah kerinduanku pada kalian. Dimana, bagaimana, dan dengan
siapa kalian sekarang, tidak mempengaruhi kenangan kita bersama.
Semuanya bukan berawal dari sebuah kebetulan, tapi berawal dari
kesengajaan kami. Rasa sesak mungkin sangat terasa saat harus secepat kilat
beradaptasi dengan lingkungan. Inilah kisah lawas tentang pertemanan kami yang
mungkin dan bisa saja terkikis karena jarak serta perasaan. Bagiku, wajah-wajah
mereka baru mulai terekam di otakku sejak tahun 2006, awal kelas X. Khusus
untuk dua orang pertama, aku sangat mengenal mereka sejak kelas X, sedangkan
tiga berikutnya saat kelas XI.
Mereka merupakan sumber senyuman dan semngatku untuk berangkat
ke sekolah, menempuh jarak berkilo-kilo meter dan harus berdesakkan dengan para
ibu-ibu penggawa sayur dan ikan yang ingin mencari nafkah di pasar. Satu nama
unik dengan torehan kisah panjang, entah sepanjang apa, tercetuslah TKK, filsafat apa yang mendasari ini, aku sendiri
tak tahu. Mereka berlima mungkin tersebar, tapi tetap ada di otak dan di
hatiku.
Cowok termuda
diantara kami berenam ini bernama aslikan Abdul Azis Ashari, atau A3 semacam
buku gambar begitulah, tapi untuk mengefesiensikan nama, si A3 ini dipanggil
Asep, yang konon katanya berarti ganteng, walaupun pembuktiannya di tangan anda
masing-masing hehehehe. Kelahiran Agustus 92, terlalu muda memang untuk
zamannya, tapi kenyataannya memang begitu.
Cowok jawa
satu ini memang kelamaan hidup di Bandung, jadi sekarang mungkin sudah agak
putih. Dia termasuk lelaki setia, tapi punya banyak cinta. Pasti bingung,
kenapa jadi begitu? Hmm,,, begini kisahnya, si Asep ini setia sekali dalam
sebuah penantian, (sekarang masih nggak ya?), tapi diperjalanan penantian, cowo
ini nggak diam aja, tetap dalam tahap seleksi cintanya ecieeee... Hhhee.
Kenal dia
waktu kelas X sih, tapi beda kelas, nah kebetulan di kelas XI aku sekelas deh,
dan tanpa paksaan kami berteman cukup TKK sekali lah.
Temanku satu
ini jago Bahasa Inggrisnya, jago juga ngegalaunya. Pendengar setia, penyayang
teman, dan yang jelas, nggak cuek saudara.
Si Asep
sekarang ngerantau di Bandung, untuk nuntut ilmu di Unikom Bandung, jurusan S1 Arsitektur,
dia udh ku kontrak buatkan desain rumahku ntar, hhee.
Terkadang
kalau diperhatiin dia itu risih, abis perhatiannya luar biasa sih, soalnya
kembali ke sifatnya yang pendengar setia dan penyayang teman, jadi overnya
ketara, tapi jarang aku menemui teman macam begini, aku merasa beruntung.
Terkadang rindu juga sih diceramahin sama dia, yah biasanya abis diceramahin
dia, nih mata jadi sembab, hahhaha.Semangat yah Sep, semngat untuk pergi ke
Jepangmu. Aku percaya pasti bisa, dan bisa untuk yang lainnya. (Tahu aja kan).
Terlepas dari
segala sesuatu aku dan dia. Dia teman, abang, sahabat yang punya porsi berbeda
untukku, yah mungkin tanpa harus dipanjang-panjangkan sekalimat saja cukup.
Cowok Libra
yang bernama lengkap Amrullah ini punya ambisi dan sifat idealis yang cukup
luar biasa, dan jelas pengejar kesempurnaan untuk sebuah akhir yang ingin dia
dapatkan.
Si hitam manis
ini penyanyang ibu, bahkan jadi makhluk terrajin pulang kampung waktu masih
kuliah. September kemarin, Alhamdulillah
dia sudah sukses menyandang Amrullah, Amd. Kl. Lulusan Stikes Muhamadiyah Samarinda,
jurusan D3 Kesehatan Lingkungan ini termasuk organisatoris, sikap pemimpinnya
mungkin sudah aku lihat sejak pertama kali bertemu (cieee... tiarap). Sejak
kelas X nih cowok aktif hampir di semua ekstrakulikuler di SMANSA PPU. Jadi
semangat kepemimpinannya kebawa sampai sekarang mungkin.( Semoga iya).
Kenal dia
sejak awal masuk putih abu-abu, kakak penggila Andra and The back Bone ini jadi murid les privat matematikaku yang
cukup sulit diajarinnya. Hhahahha. Syukurlah sampai kelas XII kami masih
disatukan dalam satu ruangan kelas.
Dia makhluk
tertegas yang pernah aku temui, khususnya untuk yang sesusiaku, hanya berbeda
29 hari saja, dia bisa disulap jadi kakak berjarak 10 tahun lebih tua untukku.
Terkadang aku sangat merindukan ketegasannya yang sarat akan makna berani. Hmm
apalagi yah, jangan banyak-banyak ah... Yang pasti si A’am ini punya kesan
banyak bagi aku dan teman-teman TKK lainnya.
Cewek manis
nan lembut asli Nipah-Nipah ini sangat anggun saudara-saudara. Wajahnya yang
unyu-unyu macam boneka barbie (tapi pecinta Dorazaemon, eh salah Doraemon), membuat sekali kidip ribuan
kupu-kupu menghampiri (alah lebay). Penyuka biru ini penyumbang dana terbesar
bagi TKK yang penggila gratisan, ahahahaa, sampai-sampai kami angkat jadi
bendahara, tanpa ada ketua dan sekertaris. Si unyu-unyu yang bernama lengkap Deasy
Novitha Sari (mirip memang sama namaku) ini, lagi menempuh semester tujuhnya di
Universitas Mulawarman Jurusan S1 Ilmu Komputer,
Kenal dekat
dengannya sejak kelas XI, waktu sama-sama terdampar di IPA, dia yang pendiam
namun penuh karisma dan ngangenin ini, mampu membuatku betah. Nggak beda dengan
si Asep tetangganya (mereka tetanggaan), si Ayiee Zaemon ini pendegar setia,
penyumbang coklat untukku ahahahhaa.
Ayiee, yang
beutahhh menjomblo ini sangat tahan godaan, walaupun puluhan kumbang nan tampan
menghampiri, dikibasnya langsung. (Ahayidee...)
Punya banyak
kenangan konyol bareng cewek blasteran Bugis-Banjar ini, dari yang nyenengin
sampai yang yah... begitulah. Seperjuangan daftar kuliah, tidur pindah-pindah
macam nomaden. Hhehhehe.
Cewek yang
mungkin bakal jadi programer pembuat AyieZaemon (bagiku konsep Desydoaremon
versi Penajam, peace... Hehehhe), masih suka ku recokin di kontrakkannya,
terkadang akau cuma numpang makan, gangguin dia belajar, atau buat bubur manado
yang luar biasa banyak, sampai-sampai pinjam panci tetangga hhohoho.
Si
Ayieezaemon, tetap jadi barbieemon yah... (Duh apa coba ini). Good luckJ.
Waahhh... Mas
mas satu ini jangan ditanya, pesonanya bisa menaklukan seantero PPU, dari
kecamatan Penajam, Sepaku, Waru, sampai Babulu, super sekali bukan. Mas yang
bernama lengkap Juni Admaja Saputra ini tidak pernah telat ke sekolah, ya
iyalah, rumahnya disamaping SMANSA. Kenal dekat dengannya sejak kelas X, gara-gara
namanya diabsen, pas di atas namaku. Teman sejatinya si A’am dari TK, waktu SMA
kaya dua sejoli yang lengeket, sampai pacar aja kalah.
Cowok yang
ngakunya Respector dan lagi menempuh S1 di Universitas Mulawarman FKIP PGSD ini
memang penyanyang anak kecil, dan gampang narik perhatian, jangankan anak
kecil, yang gede aja kelenger. Hidup di Samarinda, dan Cuma beda gang aja sama
aku, tapi nemu orang ini susah sekali, malah ketemunya di Penajam.
Sekarang,
kita-kita semua tinggal ngarep undangannya si Juni ini aja (paeaceee...),
secara hubungan cintanya aja yang mulus lurus kayak jalan provinsi Penajam
sampai Babulu, hehhehe.
Perkerja keras
satu ini punya semangat membangun yang patut TKK contek deh, tiga tahun sekelas
sama dia buat aku tahu banget, kalau dia penyayang teman, orangnya paling
merasa kalau sang sahabat lagi serong sedikit. Pokoknya Mas Juni ini The Best
lah!
Yah ini sih
aku, cewek imut (aduh sebentar lagi dilempar botol ini), yang sekarang lagi
sterss mikirin skripsi di S1 FKIP PBSID Unmul Smarinda hhee. Aku yang selalu
membuat teman-temanku stress, yang buat mereka muntah sama curhatku yang nggak
tahu sampai bagian berapa, yang cape diamkan aku kalau lagi patah hati.
Terjun ke TKK
memang disengaja, waktu masih awal-awal dibentuk (emang ada peresmiannya?)
gara-gara ikut pacar (nah kan nyambung ke yang zona merah) jadi deh ngerapat
bareng teman-teman ajaibku ini. Jadi duo Novita sari-ku baring si Ayiee
ahhahahaa.
Aku singkat
sajalah, yang jelas, apapun yang terjadi padaku kemarin, hari ini, dan
sekarang, aku tetap merindukkan dan sayang TKK-ku. ^^.
Wah kalau
ngomongi abang nan gagah ala-ala artis ibu kota yah jangan ditanya, si Said ini
bener-bener artis sekali lah. Cowok nan ahaiyde yang bergelut di dunia Fisika
ini terkenal encer banget otakknya.
Cowok
kelahiran Maret ini lagi seru nimba ilmu di S1 FKIP Fisika Unmul. Said terkenal
dengan kecuekkannya yang menjebak hati para wanita (tsah...). Paling seneng
kalau dapat kesempatan mampir ke rumah Said yang memeng kebetulan di pesisirnya
Penajam, aneka lauk dari laut tersedia dan yang jelas gratis di rumahnya
(ketara banget TKK ini doyan gratisan). Mamanya yang ramah dan seru, buat
kita-kita betah di rumahnya dan ngabisin persediaan makanannya hheheeha.
Kakak yang
baik ini juga pekerja keras, nggak canggung nyoba usaha-usaha baru yang
menjanjikkan. Tinggal satu kamar bareng si Juni di perantauan, tapi tetep aja,
aku jarang ketemu makhluk ini. Abang yang satu ini ku kebal sejak kelas X, tapi
sekelas waktu di XI IPA, biasa sama-sama nyangkut.
Said yang
ngakunya pujangga asmara ini jago banget nganju (baca: ledek atau ngolok),
sekali kata terucap, ribuan jarum tertancap, yah mantap lah pokoknya, tapi
karena inilah khasnya si Muhamad Said anaknya pak Imam ini ada.
Said... Said
bagi duren dong!!!
Wuihhh... Panjang juga yah. TKK yang selalu di hatiku ini semoga
nggak akan pernah hilang. Ingat banget, waktu lagi ngumpul, ke empat cowok
konyol itu mau nikah serempak di pantai Tanjung, jiahhh ala ala pantai gitu. Ingat
deh saat-saat kita berenam gila sama permen lolypop milkita hhehe, terus ingat
banget waktu kerja kelompok di rumah Ayiee, terus si Asep masak Mie rebusnya.
Kita sama-sama berjalan, dan biarlah semua keinginan itu berkembang. Kami bisa
segera lulus nyusul si A’am yang udah duluan.
TKK, dibalik kediaman kita yang berbeda jarak, waktu, dan
pikiran sekarang, semoga kita tetap seperti kita yang kemarin dan akan tetap
seperti itu untuk hari ini dan nanti.
Salam kangen selalu,
Lisa
*Maaf ya, fotonya jadul sekali ^^.