Total Tayangan Halaman

Selasa, 08 Maret 2011

Saat Namamu Dilupakan

Manis…
Malam ini rembulan serasa malu hadir dihadapmu…
Cahaya kemilau sinarnya…
Luntur karena kelammu…
Semilir angin di jendela kamarmupun berdebu…
Raga abstrakmu kian merapuh…
Manis, apakah kau tahu apa yang terjadi?
Nama indahmu terasa lenyap dari kotak-kotak pikiran mereka…
Manis, kamu sedang merasa sendiri?
Sendiri mengukir hampa yang sesat.
Sesat diantara bulir-bulir debu kecurigaan.
Luka yang kau tanam dihutan hatimu…
Kian melebat menutupi prasangka lurusmu.
Manis…
Namamu menghilang?
Menghilang karena lumut-lumut pojokmu…
Hutan dengan sungai air mata buatanmu…
Biarkanlah mereka pergi manis…
Kamu sedang tidak di hutan sebenarnya…
Kamu sedang ada di hutan kota…
Kamu bebas melangkah di rindangan pohon keramaian…
Tanpa mereka yang melupakan nama indahmu…
Manis, jangan menangis, kamu tidak benar dilupakan…
Manis, dengarkanlah bisikan hatimu…
Manis, andaikan kau ditinggalkan mereka…
Hanya satu yang harus kau ingat…
Mereka bukanlah pemberi segalanya untukmu…
Manis, carilah mimpimu tanpa mereka…
Mereka bukan penghalang mimpi dan masa depanmu…
Manis…
Walaupun mereka itu bagian dirimu, hidupmu bukan karena mereka…
Tapi karena Allah, orang tua, dan mereka yang mengingat coretan namamu di hati
Manis…
Nama indahmu itu abadi didirimu karena kamu pemerannya bukan mereka…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar