Total Tayangan Halaman

Senin, 29 Agustus 2011

Saat Logika Menjadi Raja (Khusus Cewek)

Bukan hal yang aneh, tabu,bahkan mengerikan lagi kalau ada tiga hati satu cinta. Bukan menghebohkan lagi kalau si A ngerebut si B dari si C. Hmm, bukannya Astrid sudah rela-reka nyanyikan lagu “Jadikan Aku yang Ke Dua” ya? Eh bahkan Teh Ocha udah baik banget nyanyikan lagu “Kumenunggu” yang liriknya banget-banget menyentuh untuk seseorang yang mengantri cinta. Hhhe. Nggak usah kaku nanggapinnya sih, namanya juga cinta yang datangnya nggak diundang, sesukanya, tergantung yang dihinggapinnya aja, bagaimana nempatkannya.
Huph, jangan takjub gitu ah, ngelihat temanmu hampir stress tahu kalau pacarnya jadian ma orang lain dan ada lagi yang parah kamu ngelihat temanmu dengan bahagianya jadian dengan seseorang yang kamu tahu pacarnya seseorang yang kamu kenal. Haduh haduh, santai udah biasa tapi sungguh menyakitkan (bagi si korban patah hati tentunya).
Ayo berfikir sejenak, cewek itu sensitive, yang melakukan sama-sama sensitive, jadi artinya yang melakukan sama-sama cewek dong ya. Tapi, tapi, tapi, cewek itu punya ambisi dan cara fikir yang Insyaallah berbeda-beda semua lho. Mau bukti? Nggak usah aja, udah pada tahu kok, nggak ada tuh istilah cinta segitiga kalau semuanya mahfum mau mengalah demi ambisi yang sama, sama-sama ingin bahagia tanpa menyakiti hati siapapun, nah lho sekarang gimana kenyataannya? ^^. Kenyataannya terkadang gini, “Maulah aku peduli sama perasaanmu, yang penting aku dapat,”.
Oke lanjut, cewek memang terkenal sebagai makhluk tuhan yang paling sempurna dan berperasaan banget (eitz bukan artinya para kaum Adam nggak lho ya), biasanya pikirannya berbanding lurus banget dengan perasaannya, ya nggak?
Nah, untuk yang satu ini, terkadang agak sedikit melenceng dari jalannya, tapi ini hanya sebatas opini aku aja, tapi bolehlah kalau jadi bahan pertimbangan buat teman-teman semua, hhee. Cewek memang lebih jeli dalam menggunakan perasaannya, bahkan terkenal banget dengan itu, apalagi kalau sudah berhubungan dengan yang namanya cinta, nyata perasaan mengalahkan logika deh. Makanya terkadang jalan pikiran kita beda dengan para pria-pria di luar sana yang berfikir lebih praktis sesuai logika wajarnya. Nggak heran deh, lebih banyak cewek yang rela mati bunuh diri demi cinta, yang rela jadi wakar hebat demi cinta, ampe teman dari TK pacarnya juga diburu sangking takutnya (tenang wajar itu demi cinta hhee) ngenyegel yayanknya buat reunianpun ada, sungguh hmm. Stop, alasannya demi cinta, tuh kan, perasaan kembali mengalahkan logika ya. Banyak kok contoh konyol namun penuh perjuangan lainnya, yang mungkin teman-teman pernah ngelakuinnya secara pribadi, aku pun pernah, malah kalau dipikir-pikir sia-sia tapi merasa jadi pemenang hehehehe.
Hm, kalau diatas itu sih yang ngomongin cewek kalau lagi main dengan perasaannya ya, tapi gimana yah, kalau logika lebih merajai dirinya, nah inilah waktunya lagunya Teh Ocha jadi hitz favorit hhhe. Aku ngebahas dalam lingkup sempitnya aja sih, dalam lingkup pertempuran cinta lah istilahnya. Cewek akan nyaman menggunakan perasaan dalam menghadapi para lawan jenisnya, tapi bakal menggunakan logika kalau menghadapi sesama jenisnya (yups cewek juga), kenapa ya? Gampang kok, karena sama-sama tahu kalau menggunakan perasaannya, makanya ojo heran kalau lihat seseorang ntah siapa dengan nyantainya mengejar seseorang yang sudah punya status, kalau pacar aja sih nggak kuat ya ikatnya, nah lho yang sudah nikah aja ada kok. Ini semua karena menggunakan logika yang kali ini mengalahkan perasaan yang biasanya dasyat untuk soal cinta. Bersaing cinta dengan menimbang-nimbangkan perasaan? Dijamin deh, tuh lagu Menunggu nggak bakal diciptakan sama yang nyiptain karena nggak ada inspirasi. Terkadang bisa dibilang kejam, tapi itu memang kenyataannya. Logikalah yang berperan, tanpa memikirkan perasaan, bersaing itu mengerikan namun mengasyikan bahkan mematikan (ah kalau ini sih lebay). Masih mending kalau lagu Menunggu, tuh kan lagu nunggu putus dulu, nah kalau langsung aja, walaupun jelas-jelas tau kalau sudah ada yang “memiliki”? Lagunya Vicky Shu deh yang berdendang yang judulnya “Pacar Kamu” itu lho. Sungguh, kalau menurut aku sih maaf-maaf aja yah, walaupun berhasil tapi sih itu namanya pecundang, hadeh-hadeh. So, gimana dong, itulah logika yang digunakan dan sedikit merepotkan.
Tapi dijamin deh, hal yang udah “biasa” beudsss neh bakal tetap ada, dan lagu-lagu yang intinya jadi orang ketiga itu tetap jadi hits favorit, yah jadi pintar-pintarnya aja ngolah perasaan, dan lebih banyaklah berkhayal sebelum nekat pake logika buat bersaing, yang kira-kira gini “Andaikan aja aku ngerasa gitu juga ya…” atau yang “Duh, kayak apa yah rasanya…” mungkin bisa aja, logika dasyat dalam bersaing itu terkikis, karena kan sama-sama sensitive ujung-ujungnya. ^^
Hmm… Semua itu kembali kok sama yang dihinggapi cinta dan yang dicintai, makanya dijaga juga tuh ayanknya, soalnya bahaya eh, lagu yang kayak begitu-begitu bisa jadi inspirasi kuat lho. Sumpah patah hati itu nggak enaknya minta ampun, bisa buat badan kurus, muka keriput, dan dendam membara (ngerinya), mana peduli tuh para pecundang logika itu ma perasaan sakit hati itu, sebelum dia ngerasa sendiri (ayo bantu doa biar si pecundang buat cepat ngerasain, bagi yang pernah ngalamin bersaing, upz… Nggak boleh ya?), jadi hati-hati aja kalau ada yang menggunakan logika untuk bersaing denganmu.
Jangan ada yang manyun ya, aku cuma buat opini aja kok, bukan hasil riset sih ini (sebenarnya pengalaman), hasil mikir aja, sekedar ngisi-ngisi gitu. So, jangan tersinggung, secara mau Lebaran juga. Mohon Maaf Lahir Bathin yach!!!

*Tapi sumpah… Lagu Menunggunya Teh Ocha itu nyaman didengarin, apalagi akustiknya. ^^
Penajam, 29 Agustus 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar