Total Tayangan Halaman
Sabtu, 15 Desember 2012
4 Sudut II
Terkadang, aku tak pernah paham dengan apa yang ada di kepalaku. Hanya ada rasa jengah dan rindu yang setiap hari berkecamuk dan silih berganti hadir dan betah nemplok disitu.
Sungguh, aku tak pernah menyuruh pikiran itu berhuma di jiwaku yang sesungguhnya agak sakit ini. Tapi apa mau dikata, rasa gila yang sepertinya abadi itu sulit diusir.
Aku berada dibelakang dua pilihan sulit yang sesungguhnya sama-sama tak menjanjikanku, bahkan aku bingung, maju dan memilih salah satunya, atau kabur entah kemana mencari pilihan yang opsinya saja masih melanglang buana.
Mau tertawa rasanya, pilihan pertama aku harus melanjutkan sesuatu yang jelas aku tak bisa menerka apakah hatiku ini ikhlas melewatinya, namun aku tahu sponsor opsi yang satu ini sangat berbaik hati menjalaninya, sedangkan opsi ke dua, jauh lebih indah bagi pikiran khayalku dan aku jelas sangat ikhlas menjalaninya, namun aku tak yakin si sponsor itu mau bergabung.
Dua pilihan sulit, namun sebenarya tidak jelas muaranya kemana. Ini memang dari pihak akunya yang kuran-kurang, kurang memahami segala hal terutama hati, pikiran, niat serta sebuah keikhlasan. Agghh... cukup, mungkin ini semua hanya proses gila yang tak wajib ku jalani, tapi aku harus berani melewati. Aneh, tapi kenyataanya jelas begitu. #4Sudut
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar