Total Tayangan Halaman

Minggu, 14 Agustus 2011

Aku Masih Sakit Sayang

Pertama kali melihat kegigihanmu hingga akhirnya aku melihat air mata yang hampir jatuh tertahan diwajahmu, aku sadar aku sedang dihadapkan dengan seorang yang sombong dalam hal menaklukan sakitku ini. Mendengar penjelasan panjang lebar tentang kisah sedih yang lebih menyakitkan dari yang kurasakan memang tidak mempan, mental seperti bola karet yang entah tak beralamat jatuhnya.
Sayang, aku tahu rasa jengkelmu itu memang untukku, rasa jengkel kenapa aku tetap keukeh bertahan meringsut dalam sakit, tetap nyaman menikmati kenanganku yang pahit itu, tetap diam diantara ributnya masa lalu yang berujung tangis, dan terkadang masih tetap bermimpi kembali dan meningglkanmu.
Sayang, apa dayaku menghilangkan semua itu, apa hebatku berdiri tanpa tongkat yaitu kamu. Aku terlalu lama menyakitimu sayang, hampir tiap hari ada-ada saja kelakuan anehku yang membuatmu harus menahanku. Kamu harus rela melihatku menangis secara tiba-tiba tanpa kamu tahu sebabnya. Terkadang, aku ingin sekali lari dari setiap perhatianmu, aku takut, aku masih trauma, aku takut semuanya akan hilang sekejap seperti kemarin lagi. Terlalu banyak endapan kecewa dipikiran dan hatiku ini, hingga aku bimbang, mana yang abadi dan mana yang bisa pergi.
Sayang, aku masih sakit, butuh berapa lama aku sembuh, aku tak tahu itu kapan. Aku memang kurang bersyukur karena ada di sampingmu, kamu yang tiap hari berusaha membuat aku membuka cerita kembali, mengajakku ketempat dimana aku melupakan sesuatu, membuat aku benar-benar bukan aku yang kemarin.
Terlalu semangatnya dirimu, semangat menolongku, bahkan kamu tahu, rasa sayangku kekamu tak sepenuhnya utuh, tapi latar belakang usahamu ini buatku sadar, rasa itu seharusnya utuh bahkan lebih.
Sulit memang menerima kenyataan kalau kamu menghadapi orang yang sakit sayang, orang yang lemah karena harapannya yang hilang sekejap, orang yang semua tujuannya beralih jalur dengan cepat.
Sayang, aku memang bukan orang yang bisa berterimakasih dengan usahamu, tapi izinkan aku berusaha mengungkapkannya dengan caraku, sayangku jaga terus aku dan hatiku dengan sejuta cara dihatimu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar